TEMPUR 86, Senin, 20 Juli 2026. BANDUNG - Perubahan lanskap keamanan global yang semakin dinamis menuntut lahirnya pemimpin militer yang mampu berpikir kritis, adaptif, dan responsif terhadap berbagai bentuk ancaman baru.
Pesan tersebut menjadi fokus kuliah umum yang disampaikan Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Dankodiklatad) Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., kepada 315 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Gedung Prof. Dr. Satrio Seskoad, Bandung, Senin (20/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dankodiklatad didampingi Direktur Pendidikan Kodiklatad, Direktur Doktrin Kodiklatad, dan Direktur Latihan Kodiklatad.
Kuliah umum juga dihadiri Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han.), jajaran pejabat utama Seskoad, widyaiswara, Patun, serta para dosen.
Pada pemaparannya, Letjen TNI Mohamad Hasan menjelaskan bahwa karakter peperangan terus mengalami transformasi seiring perkembangan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi.
Menurutnya, perang modern tidak lagi semata mengandalkan kekuatan persenjataan atau operasi fisik, tetapi juga melibatkan perang kognitif yang memanfaatkan informasi dan ruang digital untuk memengaruhi persepsi, pola pikir, hingga proses pengambilan keputusan.
Karena itu, ia menegaskan bahwa setiap calon pemimpin TNI AD harus memiliki kemampuan critical thinking sebagai fondasi dalam menganalisis situasi, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan medan operasi yang semakin kompleks.
Selain penguasaan aspek taktis dan operasional, para perwira juga didorong memiliki wawasan strategis yang luas agar mampu membaca perkembangan ancaman di masa depan, baik yang bersifat konvensional maupun nonkonvensional.
Melalui kuliah umum tersebut, para Pasis Dikreg LXVIII Seskoad diharapkan semakin siap menjalankan peran sebagai pemimpin TNI Angkatan Darat yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada keberhasilan pelaksanaan tugas.
Pembekalan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya TNI AD menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan perang modern yang terus berkembang di era digital.
(Red)

