TEMPUR 86, Kamis, 02 Juli 2026. NATUNA -Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa tugas prajurit yang bertugas di Natuna memiliki arti strategis karena berada di wilayah perbatasan yang menjadi garda terdepan kedaulatan Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau Yon Komposit 1/Gardapati, prajurit TNI-Polri, serta Gugus Tempur Laut Komando Armada I (Guspurla Koarmada I) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Dalam arahannya kepada prajurit Yon Komposit 1/Gardapati, Marinir, dan personel Polri, Menko Polkam menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, dan soliditas seluruh unsur pertahanan dan keamanan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, penugasan di Natuna berbeda dengan wilayah lain karena berada di kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara.
Oleh sebab itu, setiap prajurit memikul tanggung jawab besar sebagai representasi negara di garis depan.
"Tugasmu bukan tugas sembarangan. Kalian berada di sini untuk menjaga kedaulatan negara. Seluruh unsur Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian harus tetap kompak demi menjaga Indonesia," ujar Menko Polkam.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh prajurit agar senantiasa menjaga kesehatan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan sinergi antarmatra.
Menurutnya, Presiden berulang kali menegaskan bahwa kekuatan Indonesia sangat bergantung pada kekompakan TNI dan Polri sebagai pilar utama pertahanan negara.
Selain menjaga soliditas, Menko Polkam mengingatkan bahwa setiap tindakan prajurit di Natuna akan menjadi cerminan Indonesia di mata dunia.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain, Natuna menjadi etalase terdepan yang menentukan tingkat penghormatan masyarakat internasional terhadap Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa kesiapan tempur tidak dapat dipisahkan dari latihan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Prajurit dituntut terus meningkatkan kemampuan agar siap menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga kedaulatan negara.
"Seorang tentara, kalau tidak bertempur, harus berlatih. Kemampuan tidak akan terbangun tanpa latihan yang terus-menerus. Karena itu, terus tingkatkan profesionalisme dan kesiapan menghadapi setiap tantangan," tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam turut meninjau Guspurla Koarmada I di Selat Lampa dan menerima paparan dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengenai kondisi keamanan maritim, kesiapan operasional, serta tantangan strategis di Laut Natuna Utara.
Menko Polkam menegaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan sistem pertahanan dan keamanan maritim berjalan optimal.
Menurutnya, penguatan pengamanan wilayah perbatasan tidak hanya penting untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjamin keamanan pelayaran, aktivitas perdagangan, sektor perikanan, serta pemanfaatan sumber daya laut yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Guspurla Koarmada I memiliki peran strategis sebagai Komando Pelaksana Operasi di bawah Koarmada I yang bertugas melaksanakan operasi tempur laut, operasi amfibi, proyeksi kekuatan, hingga penegakan hukum di laut.
Keberadaan satuan ini menjadi salah satu ujung tombak dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan Indonesia di Laut Natuna Utara.
Kunjungan kerja Menko Polkam di Natuna turut didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Bupati Natuna Cen Sui Lan, serta sejumlah pejabat Kemenko Polkam.
(Red)

