Type Here to Get Search Results !

Dugaan Barang Ilegal Masih Masuk Lewat Bengkalis, Warga Desak Aparat Perketat Pengawasan


TEMPUR 86, Selasa, 07 Juli 2026. BENGKALIS - Dugaan masuknya barang ilegal dari Malaysia melalui perairan Pulau Bengkalis kembali menjadi perhatian masyarakat. 

Warga menilai aktivitas kapal pengangkut barang dari luar negeri masih berlangsung dan meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Seorang warga Bengkalis yang mengaku kerap memantau aktivitas di kawasan pelabuhan, Manta, mengatakan kapal-kapal yang diduga membawa barang impor dari Malaysia masih terlihat masuk ke Bengkalis secara bergantian.

Menurutnya, keberadaan kapal patroli dari unsur aparat di sekitar jalur pelayaran patut diapresiasi apabila memang bertujuan memastikan seluruh barang yang masuk telah memenuhi ketentuan kepabeanan.

"Kalau memang dikawal untuk memastikan dokumen, manifest, dan pajaknya lengkap tentu kita mendukung. Tetapi masyarakat juga berharap pengawasan dilakukan sampai proses bongkar muat di gudang tujuan," katanya kepada wartawan, Selasa (7/7).

Ia berharap aparat penegak hukum mengusut dugaan penyelundupan yang disebut telah berlangsung cukup lama sehingga tidak merugikan negara maupun pelaku usaha yang menjalankan aktivitas impor secara legal.

Sementara itu, Kriminolog sekaligus Dosen Sains Kepolisian Universitas Rokania, Fat Haryanto Lisda, menilai pengawasan terhadap lalu lintas barang di wilayah perbatasan harus diperketat.

Menurutnya, apabila ditemukan dugaan pemasukan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, maka aparat berwenang perlu melakukan penyelidikan dan penindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.



Fat Haryanto mengatakan posisi geografis Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura menjadikan wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap praktik kejahatan lintas negara, termasuk penyelundupan barang.

Karena itu, ia menilai pengawasan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, TNI AL, Polairud, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak bersikap apatis terhadap dugaan pelanggaran di wilayah perbatasan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berbagai jenis barang diduga masuk melalui jalur laut, mulai dari peralatan rumah tangga, barang elektronik, bahan pangan, kosmetik, alat pertanian, hingga rokok dan buah-buahan.

Laporan tersebut juga menyebut sejumlah kapal, perusahaan pelayaran, dan lokasi gudang penyimpanan yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. 

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut maupun dari instansi terkait mengenai dugaan tersebut.

Media ini telah mencantumkan informasi berdasarkan keterangan narasumber dan laporan investigasi. Seluruh dugaan yang disampaikan masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum. Hak jawab dan hak klarifikasi terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.

(Red)

Baca Juga :

Top Post Ad

Below Post Ad