TEMPUR 86, Selasa, 07 Juli 2026. JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pertemuan kedua pemimpin negara berlangsung hangat dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India.
Kunjungan Narendra Modi menjadi salah satu agenda diplomasi penting Presiden Prabowo setelah dalam dua pekan terakhir menerima kunjungan sejumlah pemimpin dunia, mulai dari Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, hingga Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna, tanda kehormatan sipil tertinggi Republik Indonesia, kepada Narendra Modi sebagai bentuk penghargaan atas perannya dalam mempererat hubungan kedua negara.
Pada pertemuan bilateral, Indonesia dan India sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Sebanyak 16 dokumen kerja sama ditandatangani, meliputi sektor teknologi dan telekomunikasi, kesehatan, antariksa untuk tujuan damai, penanggulangan bencana, pengembangan mineral, teknologi rantai pasok baja, pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu, hingga kerja sama pemberantasan terorisme.
Selain itu, kedua negara juga menyepakati sejumlah dokumen implementasi, antara lain dialog antarpenjaga pantai, kerja sama statistik resmi, pengembangan tenaga kesehatan, pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, serta rencana konservasi dan pemugaran Kompleks Candi Prambanan.
India merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa serta termasuk dalam jajaran ekonomi terbesar dunia.
Karena itu, pemerintah berharap berbagai kesepakatan yang dicapai dapat mendorong peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan teknologi yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Rangkaian kunjungan para pemimpin dunia ke Indonesia dalam beberapa waktu terakhir juga dinilai menunjukkan semakin besarnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra yang memiliki peran penting di kawasan maupun di tingkat global. (Red)

