Type Here to Get Search Results !

HAN 2026: Korem 081/DSJ Gaungkan Gerakan BERLIAN dan Gernas RANA Demi Masa Depan Anak Indonesia

TEMPUR 86, Kamis, 23 Juli 2026. MADIUN - Korem 081/Dirgahayu Slamet Jaya (DSJ) menggelar upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan Nomor 50, Kota Madiun, Kamis (23/7/2026). 

Peringatan yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak sebagai generasi penerus bangsa.

Upacara dipimpin Kasipers Korem 081/DSJ Letkol Cke Kasihono yang membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. 

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa anak bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi sesuai usia serta tingkat kematangannya.

Menteri PPPA menjelaskan bahwa makna "lindungi" dalam tema HAN 2026 mengandung kewajiban seluruh elemen masyarakat untuk memastikan setiap anak terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, hingga perundungan, termasuk yang terjadi di ruang digital.

Sementara itu, frasa "bangun masa depan" menegaskan bahwa investasi paling berharga bagi Indonesia bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia anak. Karena itu, setiap anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.

Pemerintah juga mendorong implementasi tema tersebut melalui **Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA)** yang mengintegrasikan berbagai upaya perlindungan anak, mulai dari pencegahan kekerasan, pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, peningkatan partisipasi masyarakat, keamanan ruang digital, hingga respons cepat terhadap setiap kasus kekerasan yang melibatkan anak.

Selain itu, semangat perlindungan anak diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak). 

Gerakan kolaboratif ini mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun budaya perlindungan anak melalui semangat gotong royong, sehingga tercipta lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

Dalam amanatnya, Menteri PPPA juga menegaskan bahwa tagline "Sayang Anak Sayang Indonesia" dipilih sebagai ajakan moral bagi seluruh masyarakat untuk mencintai, melindungi, dan mempersiapkan masa depan terbaik bagi anak-anak Indonesia. 

Menurutnya, kualitas generasi muda hari ini akan menentukan arah kemajuan bangsa pada masa mendatang.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Korem 081/DSJ berharap kesadaran kolektif terhadap pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak terus meningkat, sehingga lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu menjadi pilar pembangunan nasional di masa depan. (Red)

Baca Juga :

Top Post Ad

Below Post Ad