TEMPUR 86, Sabtu, 11 Juli 2026. JAKARTA - TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 12 ekor burung langka yang dilindungi dalam operasi gabungan di atas Kapal Motor (KM) Gunung Dempo saat bersandar di Pelabuhan Umum Pelindo, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (11/7).
Operasi tersebut merupakan hasil sinergi Satgas Intelijen Pusat Intelijen TNI AL (Pusintelal) bersama Tim Gabungan Pengamanan Pelabuhan Pelni Koarmada XIV yang terdiri atas Detasemen Intelijen (Denintel) dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Koarmada XIV.
Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen mengenai dugaan pengiriman satwa liar secara ilegal melalui jalur transportasi laut. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap KM Gunung Dempo yang tengah bersandar di pelabuhan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 12 ekor burung endemik yang dilindungi tanpa dokumen resmi. Satwa yang diamankan terdiri atas satu ekor Burung Nuri Bayan, dua ekor Burung Pitohoi, dua ekor Burung Jagal Papua, dan tujuh ekor Burung Nuri Masda.
Petugas mengungkap, pelaku menggunakan modus dengan menyembunyikan burung-burung tersebut di samping cerobong asap kapal untuk menghindari pemeriksaan. Hingga kini, pemilik maupun kurir yang bertanggung jawab atas pengiriman satwa tersebut masih belum diketahui dan sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.
Sebagai langkah penyelamatan awal, seluruh burung yang berhasil diamankan telah diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Sorong. Penyerahan dilakukan agar satwa memperoleh perawatan dan penanganan sesuai prosedur konservasi, sekaligus mendukung proses penyelidikan dan penegakan hukum.
Keberhasilan operasi ini menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus memperkuat pengawasan terhadap berbagai bentuk penyelundupan melalui jalur laut. Aparat juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkap jaringan pelaku perdagangan satwa liar yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. (Red)

