TEMPUR 86, Jumat, 10 Juli 2026. JAKARTA - Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama United States Marine Corps (USMC) dan Fiji Marines Corps berhasil menyelesaikan skenario operasi tempur perkotaan dengan merebut kembali Kadar Village dalam latihan Military Operations on Urban Terrain (MOUT) Force on Force (FOF) pada ajang Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 di Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Jumat (10/7).
Dalam skenario latihan, Kadar Village digambarkan telah dikuasai kelompok musuh yang menyandera sejumlah warga sipil. Pasukan gabungan kemudian melaksanakan operasi penyerbuan secara terukur dengan mengedepankan koordinasi, komunikasi, serta manuver taktis untuk melumpuhkan ancaman sekaligus menyelamatkan para sandera.
Di tengah operasi, salah seorang personel USMC mengalami luka akibat ledakan ranjau. Prajurit Korps Marinir TNI AL segera memberikan pertolongan pertama di medan tempur dengan memasang tourniquet pada lengan dan kaki korban guna menghentikan pendarahan sebelum proses evakuasi dilakukan.
Tindakan tersebut merupakan bagian dari penerapan prosedur Tactical Combat Casualty Care (TCCC), yang menjadi standar penanganan korban di medan operasi dan turut diuji dalam latihan multinasional tersebut.
Melalui kerja sama yang solid, pasukan gabungan akhirnya berhasil menguasai kembali Kadar Village sekaligus menyelesaikan seluruh sasaran latihan sesuai skenario yang telah ditetapkan.
Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026, Letkol Marinir Huda Prawira, S.E., M.Tr.Opsla., mengatakan latihan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan interoperabilitas antarnegara dalam menghadapi berbagai skenario operasi militer di wilayah perkotaan yang semakin kompleks.
Menurutnya, keterlibatan Korps Marinir TNI AL dalam RIMPAC 2026 tidak hanya mengasah kemampuan tempur dan prosedur operasi gabungan, tetapi juga memperkuat kerja sama dengan negara-negara mitra dalam menghadapi tantangan keamanan modern.
RIMPAC merupakan latihan maritim multinasional terbesar di dunia yang mempertemukan berbagai angkatan laut dan korps marinir dari sejumlah negara. Keikutsertaan TNI AL dalam latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di tingkat internasional. (Red)

